Sejauh ini menyadari kadang manusia hanya kesepian, atau sebenarnya memang butuh cinta. Tapi, yang dirasakan keduanya. Saat seseorang tertawa begitu lantang ternyata banyak yang disembunyikan ya, wkwkwk.
Dan memang sesama manusia tidak akan selalu paham satu dengan yang lain, yang paling bisa memahami hanya diri sendiri. Tapi kadang pertanyaan muncul, "Siapa aku?". Mirisnya, seseorang selalu tidak memahami dirinya sendiri. Ya memang butuh manusia lain yang bisa membantu mengenali diri sendiri, tapi sejujurnya aku memahami bahwa aku tidak bisa selalu bergantung dengan orang lain. Aku selalu berpikir, jangan memperlihatkan sisi lemah di depan orang lain. Selalu saja membuat "pertahanan diri" yang sebenarnya hanya membuat lelah. Menjadi profesional bukanlah hal yang mudah, 60% dari diriku sangat profesional sisanya? Terdengar lebih seperti kepura-puraan yang terkemas rapi. Hal terkacau yang pernah aku tunjukkan hanya menangis ketika lelah di depan beberapa orang dan hanya satu atau dua orang yang ku beri alasan. Ingin sekali berterimakasih kepada sahabatku, pada saat menjabat menjadi ketua osis dan terhitung sampai sekarang, dia selalu paham mengapa aku tiba-tiba menangis tanpa sebab, dia sangat paham ketika aku sedang tidak baik-baik saja. Berterimakasih kepada sahabat lain yang saat itu menawarkan bantuan meminjamkan gawainya ketika aku panik di kala liburan dan mendengar bahwa sekitar rumahku terkena angin puting beliung dan di saat itu pula bersamaan aku sedih dan kaget ketika orang lain membentakku, ah hal-hal baik itu akan selalu tersimpan, kawan. Setiap kali aku membutuhkan teman, hampir semua sahabatku mengiyakan, betapa bersyukurnya aku. Mereka semua ada, jatuh atau bangkitnya aku dan tidak bisa ku sebutkan satu persatu.
Komentar
Posting Komentar