Langsung ke konten utama

Ditimang Rasa

Hidup itu penuh kejutan. Kadang menemui kesedihan ataupun senang.
Sedetik kau merasa senang tak terkira, tapi ketika senja hatimu berada dalam titik terendah hingga menangis tak henti.
Memang semesta selalu bercanda, menimang - nimang hati sampai lupa jika sedang diuji dan bukan untuk dipuja.
Aku yakin kamu juga pasti menemui sendu yang membuat hari - harimu tersedu - sedu sampai bengkak matamu tak bisa terbuka. Kamu hanya bisa mengeluh dan mengutuk dirimu atau orang lain atas semua yang terjadi.
Namun, semua ini memang hanya untuk bercanda, aku berpikir demikian.
Semakin tumbuh dewasa, aku berpikir jika kesedihan itu hanyalah fase dan kebahagiaan itu hanya bonus.
Terlarut dalam kesedihan boleh. Tidak ada yang salah menjadi manusia yang merasakan kemanusiaan. Kita semua tumbuh beriringan dengan rasa sakit, sedih, luka, patah, dan kesepian. Di lain sisi ingatlah, bahwa kau berkembang dan menjadi sangat baik dengan senyum, tawa, harapan, impian, kehangatan, cinta, dan kasih. Tak ada yang lebih menyenangkan selain menikmati setiap rasa. Entah itu menyenangkan atau menyedihkan.
Nikmatilah ketika kau harus menangis sampai terasa sesakmu bebas.
Nikmatilah ketika kau harus bersusah payah menahan amarah dan gelisah sampai pada akhirnya kau muak dan menangis sejadi - jadinya.
Barangkali itu memang harus dilalui agar tau makna bahwa rasa sakit itu ada dan mengajarkan bahwa kau tidak boleh berlaku hal yang sama kepada orang lain.
Nikmatilah ketika kebahagiaan menimang dengan sangat nyaman. Namun jagalah dirimu agar tidak terlena dengan keadaan. Berulang kali aku mendapati bahwa kesedihan datang dari kebahagiaan yang berlebihan.
Bahagia sah - sah saja. Tapi jangan lupa bersyukur dan tahu harus berbatas sampai mana.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Orangtua Tahu Segalanya, Anak Muda Bodoh dan Tak Tahu Apa-Apa

 Ini adalah sebuah cerita yang terus terngiang dan meminta untuk dituliskan. Sebuah keluarga ibarat sedang mengendarai mobil, orangtua duduk di depan, ayah menyetir dan ibu duduk di sampingnya. Ketika di perjalanan menemui jalan yang salah atau bahkan buntu, ayah akan mengarahkan mobil ke jalan yg benar, jika masih saja tersesat, ayah akan menyarankan ibu atau malah ibu yg berinisiatif membuka peta untuk menunjukkan jalan kepada ayah. Tentunya sebelum itu seharusnya berunding satu sama lain. Bukan malah berteriak satu sama lain untuk melihat peta dan jalan mana yg paling benar. Dua orang anak yg duduk di kursi belakang akan merasa tenang ketika orangtuanya mampu kembali ke jalan yg benar tanpa keributan. Namun, dua anak tersebut akan kebingungan dan lelah selama perjalanan ketika orangtuanya berteriak satu sama lain dan tidak menghiraukan anaknya yang takut. Bahkan, ketika salah satu anak memberi saran yang bisa jadi membantu karena dia sudah berpengalaman, ibu berteriak dia sok pi...

Dan Akhirnya Jogjakarta Punya Cerita untuk Saya

3 Agustus 2019 Saya memberanikan diri pergi ke suatu daerah yang jarang saya kunjungi dengan membawa kendaraan sendiri terkecuali dengan rombongan teman-teman, pada siang itu saya mengajak teman  untuk menemani kenekad-an diri ke suatu daerah, awalnya saya berniat menguji kemampuan jam terbang mengendarai motor saya dan bertujuan mengunjungi suatu bazar buku terbesar yang diadakan di daerah tersebut.  Pukul 13.30 WIB saya berangkat bersama sahabat yaitu Gina. Ya sudah bisa tertebak dimana saya akan pergi, ke sebuah kota yang tak jauh dari Solo, jarak tempuhnya haya kurang lebih dua jam saja, dan saya berpikir bisa melewatinya. Ya saya pergi ke Jogjakarta. Kota yang bagi semua orang menyimpan cerita yang panjang, cerita yang indah dan menyentuh. Bagi mereka kota yang selalu menyimpan kenangan dan membuat mereka selalu ingin kembali kesana. Namun, mengapa saya belum merasakannya, bolak - balik saya mengunjunginya, perasaan saya merasa biasa saja, tidak pernah ada ras...

Kedamaian

Sejauh ini menyadari kadang manusia hanya kesepian, atau sebenarnya memang butuh cinta. Tapi, yang dirasakan keduanya. Saat seseorang tertawa begitu lantang ternyata banyak yang disembunyikan ya, wkwkwk. Dan memang sesama manusia tidak akan selalu paham satu dengan yang lain, yang paling bisa memahami hanya diri sendiri. Tapi kadang pertanyaan muncul, "Siapa aku?". Mirisnya, seseorang selalu tidak memahami dirinya sendiri. Ya memang butuh manusia lain yang bisa membantu mengenali diri sendiri, tapi sejujurnya aku memahami bahwa aku tidak bisa selalu bergantung dengan orang lain. Aku selalu berpikir, jangan memperlihatkan sisi lemah di depan orang lain. Selalu saja membuat "pertahanan diri" yang sebenarnya hanya membuat lelah. Menjadi profesional bukanlah hal yang mudah, 60% dari diriku sangat profesional sisanya? Terdengar lebih seperti kepura-puraan yang terkemas rapi. Hal terkacau yang pernah aku tunjukkan hanya menangis ketika lelah di depan beberapa orang dan ha...