Hai semua, orang - orang yang kuharap mampir dan mengerti sedikit sambatanku. Minggu ini entah mengapa saya selalu membaca ataupun sekilas terbaca kalimat yang merujuk pada inti "Apapun yang kamu rasakan, semua perasaanmu apapun yang kamu rasakan, simpanlah sendiri dan pasrahkan pada Tuhan, sebab Tuhan yang Maha Mengerti dan Memahami segalanya."
Saya merasa, bagaimana ya? Jika dibilang setuju dengan pernyataan itu ya memang saya setuju. Tapi, saya tidak sepenuhnya bisa melakukan hal itu. Saya bukan orang yang suka menyimpan cerita, rasa, emosi. Saya orang yang selalu menunjukkan segalanya yang saat itu juga dialami. Saya bahkan bisa menangis sejadinya ketika saya memang sakit hati, lelah rasa, atau kondisinya memang sedang tidak enak sekali. Saya juga tertawa ketika melihat hal yang lucu sekali. Entah mengapa saya mudah berubah untuk mengekspresikannya.
Beberapa sahabat bahkan mayoritas mengerti bahwa saya sangat menahan perasaan sedih dan sakit sehingga saya hanya tertawa lepas dan selalu tersenyum. Beberapa teman lain melihat saya biasa saja, seperti diri saya yang selalu bahagia dan tidak merasakan kesedihan apa - apa. Perlu saya apresiasi orang - orang yang mengerti bahwa saya kesakitan di tengah tawa yang saya sebarkan. Dan saya juga perlu berterimakasih kepada orang yang menganggap saya baik - baik saja karena mereka percaya bahwa saya tidak ada masalah dan selalu bahagia. Sebab itu juga merupakan do'a dan harus diamini.
Kembali lagi ke sambatan awal. Saya kurang memahami bahwa saya harus menyimpan semuanya sendirian. Memang bisa berkeluh kesah lewat doa, lewat pengharapan yang dipanjatkan. Tapi hal itu selemah-lemahnya usaha yang saya lakukan. Ketika saya tidak mampu berbuat apapun saya hanya bisa melirih dan berdoa. Tapi saya Ekstrovert. Itu yang menjadi masalah selama ini. Saya selalu membagikan apa yang saya rasakan. Saya bisa mengontrol diri jika memang perasaan itu belum sedemikian sakit atau bahagianya. Entah sembari berpikir saya akan memutuskan apakah harus menyimpan sendirian dengan Tuhan atau selalu menjadi diri yang seperti ini?
Komentar
Posting Komentar