Tuan, maafkan saya tak bisa membendung rasa.
Tuan, maafkan saya tak bisa menengadahkan muka.
Tuan, maafkan saya tak punya nyali untuk menyapa.
Saya tahu, saya hanya debu.
Yang tak akan pernah Tuan sadari.
Saya tahu, saya hanya angin lalu.
Yang tak akan pernah Tuan ingini.
Tuan, saya tak bermakna,
Sangat tidak bagi Tuan.
Saya hanya punya nama, namun Tuan tak bisa mengingatnya.
Tuan, saya tak terlihat.
Sangat tidak bagi Tuan.
Saya hanya punya muka, namun Tuan tak mau melihatnya.
Tuan, saya tak dicinta.
Sangat mustahil bagi Tuan.
Sebab saya punya rasa, namun Tuan hiraukan.
Bahkan tak akan terjadi sebuah ikatan.
Kepada Tuan,
Sepenuh hati yang saya berikan,
Tak akan ada arti yang Tuan balaskan.
Komentar
Posting Komentar