Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari 2019

Dan Akhirnya Jogjakarta Punya Cerita untuk Saya

3 Agustus 2019 Saya memberanikan diri pergi ke suatu daerah yang jarang saya kunjungi dengan membawa kendaraan sendiri terkecuali dengan rombongan teman-teman, pada siang itu saya mengajak teman  untuk menemani kenekad-an diri ke suatu daerah, awalnya saya berniat menguji kemampuan jam terbang mengendarai motor saya dan bertujuan mengunjungi suatu bazar buku terbesar yang diadakan di daerah tersebut.  Pukul 13.30 WIB saya berangkat bersama sahabat yaitu Gina. Ya sudah bisa tertebak dimana saya akan pergi, ke sebuah kota yang tak jauh dari Solo, jarak tempuhnya haya kurang lebih dua jam saja, dan saya berpikir bisa melewatinya. Ya saya pergi ke Jogjakarta. Kota yang bagi semua orang menyimpan cerita yang panjang, cerita yang indah dan menyentuh. Bagi mereka kota yang selalu menyimpan kenangan dan membuat mereka selalu ingin kembali kesana. Namun, mengapa saya belum merasakannya, bolak - balik saya mengunjunginya, perasaan saya merasa biasa saja, tidak pernah ada ras...

Sambatan Ekstrovert

Hai semua, orang - orang yang kuharap mampir dan mengerti sedikit sambatanku. Minggu ini entah mengapa saya selalu membaca ataupun sekilas terbaca kalimat yang merujuk pada inti "Apapun yang kamu rasakan, semua perasaanmu apapun yang kamu rasakan, simpanlah sendiri dan pasrahkan pada Tuhan, sebab Tuhan yang Maha Mengerti dan Memahami segalanya." Saya merasa, bagaimana ya? Jika dibilang setuju dengan pernyataan itu ya memang saya setuju. Tapi, saya tidak sepenuhnya bisa melakukan hal itu. Saya bukan orang yang suka menyimpan cerita, rasa, emosi. Saya orang yang selalu menunjukkan segalanya yang saat itu juga dialami. Saya bahkan bisa menangis sejadinya ketika saya memang sakit hati, lelah rasa, atau kondisinya memang sedang tidak enak sekali. Saya juga tertawa ketika melihat hal yang lucu sekali. Entah mengapa saya mudah berubah untuk mengekspresikannya. Beberapa sahabat bahkan mayoritas mengerti bahwa saya sangat menahan perasaan sedih dan sakit sehingga saya hanya tertawa ...

Malam - malam

Aku selalu berpikir bahwa malam sangatlah menyenangkan. Mengajarkan untuk merenungi kejadian seharian, mengikhlaskan dan meleburkan hal - hal yang menjadi beban di hari itu. Malam pun tidak pernah lari meninggalkan diri ini menangis sampai tertidur, setia menemani sampai diri lelah dan menyadarkan bahwa esoknya ada hari baru yang harus di awali, diperbaiki, dan di isi. Malam sangat setia bahkan bagiku adalah waktu yang paling menyenangkan. Berdo'a sedalam - dalam perasaan hingga tangis memecah keheningan selalu bisa menjadi agenda. Memanjatkan harap di sepertiga malam juga adalah sebaik - baiknya. Gelapnya malam tercerahkan karena do'a yang amat menyala. Aku bisa menikmati hangatnya malam dari dinginnya. Aku bisa menikmati ramainya malam dari do'a - do'a yang beradu di kesunyiannya. Aku bisa menikmati tenangnya malam dari nyamannya menangis, tersenyum, berpikir, berimajinasi di sepanjang waktunya.

Lingkaran Hidup

Kalo belum jadi rezekinya ya belum jadi haknya kan. Kalo memang bukan rezekinya ya sampai kapanpun memang bukan haknya. Kewajiban manusia hanya berusaha, berdoa, dan pasrah. Tapi itu ternyata bukan sekedar "hanya". Pernahkah kamu merasa ketiga tersebut sangat sulit dilakukan pada waktu tertentu? Aku pernah merasakan demikian. Ternyata berusaha tidak seenak semangat niat di awal, pasti di tengah perjalanan menempuh sesuatu akan ada kata lelah, ingin menyerah, ingin segalanya berakhir, benar bukan? Lalu saat berdoa, diri merasakan bahwa harus selalu berdoa, tapi sampai kapan? Pada akhirnya diri berujung pada titik pasrah. Dan berulang dari awal. Seperti itu terus agar tetap hidup. Memang seharusnya berusaha dan terus berusaha, tapi tidak ada salahnya jika diri merasa lelah yasudah istirahat saja, menikmati hal - hal yang memang sudah tersedia, misalkan menenangkan diri ke tempat liburan seperti pantai, gunung, bukit, atau di atap rumah saat senja itu sudah membuat diri sedik...

Dermaga yang Lama

"Kita pernah asing lalu menjadi bising. Dan kemudian setelah ku akui suatu hal yang membuatku terusik karena kita menjadi terlalu asik. Akhirnya asing menjadi teman setia lagi dan lagi" (Eska, 2019) Kamu pelabuhan yang dulu ada pernah dan aku kisahkan, kembali lagi hangat dua hari yang lalu. Entah mengapa kamu menjadi asik lagi setelah mengabaikanku sekian lama. Tidak lama sebenarnya mungkin hanya satu sampai dua minggu. Tapi aku merasa itu menyiksa hahaha. Selalu dungu memang. Tidak tahu alasan apa yang membuatmu bersikap seperti itu, namun aku suka karena kamu lucu, tidak mengabaikanku, dan terlebih kau mengirim lagi foto kepadaku tentang laut, dermaga, kapal, semua hal yang aku senangi dari dulu. Betapa aku seperti menemukan kawan lama yang tak pernah bersua. Lagi - lagi sebelum itu aku merasakan rindu, dan sumpah aku merasa lara. Tapi apa daya aku hanya bisa lirih sampai mata ini berbuih. Dan itu sikap bodoh yang selalu aku ulang. Aku dan kamu berbincang lama mela...

Ditimang Rasa

Hidup itu penuh kejutan. Kadang menemui kesedihan ataupun senang. Sedetik kau merasa senang tak terkira, tapi ketika senja hatimu berada dalam titik terendah hingga menangis tak henti. Memang semesta selalu bercanda, menimang - nimang hati sampai lupa jika sedang diuji dan bukan untuk dipuja. Aku yakin kamu juga pasti menemui sendu yang membuat hari - harimu tersedu - sedu sampai bengkak matamu tak bisa terbuka. Kamu hanya bisa mengeluh dan mengutuk dirimu atau orang lain atas semua yang terjadi. Namun, semua ini memang hanya untuk bercanda, aku berpikir demikian. Semakin tumbuh dewasa, aku berpikir jika kesedihan itu hanyalah fase dan kebahagiaan itu hanya bonus. Terlarut dalam kesedihan boleh. Tidak ada yang salah menjadi manusia yang merasakan kemanusiaan. Kita semua tumbuh beriringan dengan rasa sakit, sedih, luka, patah, dan kesepian. Di lain sisi ingatlah, bahwa kau berkembang dan menjadi sangat baik dengan senyum, tawa, harapan, impian, kehangatan, cinta, dan kasih. Tak ad...